Senin, 14 April 2014
5 AKIBAT YANG DITIMBULKAN DARI KESERINGAN MENGUPIL

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wisconsin dengan melibatkan 200 partisipan, diketahui bahwa rata-rata seseorang mengupil sebanyak 4 kali sehari yang dilakukan saat sedang senggang atau santai.
Upil yang ada di hidung sebenarnya terbentuk dari lendir yang mengering. Membran mukosa di rongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir basah yang berfungsi menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Lendir yang mengering ini akan menyebabkan sensasi iritasi yang kadang menimbulkan rasa gatal dan memicu orang untuk mengupil.
Beberapa alasan yang membuat seseorang harus mengupil, yaitu:
1. Sedang bengong atau memikirkan sesuatu
Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum.
2. Menghilangkan iritasi
Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil.
3. Untuk menghilangkan sekresi hidung
Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir.
Dan yang pasti adalah cucilah tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung. Akan tetapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan.
Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yang menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring benda-benda asing dari luar.
Akibat yang ditimbulkan dari keseringan mengupil :
1. Mudah terkena flu
Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin.
2. Mimisan
Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.
3. Infeksi
Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.
4. Merontokkan rambut hidung
Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.
5. Bisa meninggal
Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.
Ingat cucilah tangan sebelum dan sesudah mengupil :) Semoga artikel mengenai 5 akibat yang ditimbulkan dari keseringan mengupil dapat bermanfaat.
[detik]
Label:
5,
akibat,
dari,
ditimbulkan,
keseringan,
mengupil,
yang
Sabtu, 12 April 2014
Update Status Biru Ber Link di facebook

gampang kok caranya
pertama klik :
http://apps.facebook.com/sekbbcdcaaa/
trus copas aja code berikut :
@[ID KAMU:0:STATUS KAMU]
kalau mau posting ke wall orang lain klik ini :
https://www.facebook.com/connect/prompt_feed.php?preview=true&api_key=118972548183713&target_id=ID TARGET
NB : Update Status nya harus pakai aplikasi Update Status . kalau langsung aja tidak bisa .
Senin, 07 April 2014
Mau Tau Flu tak mudah menyerang Pria Ganteng

Anda boleh percaya atau tidak..... bahwa pria ganteng tidak mudah untuk terserang penyakit Flu, karena Menarik tidaknya penampilan fisik dan karakteristik seringkali dikaitkan dengan tinggi rendahnya daya tarik yang dimiliki seseorang.
Namun sebuah studi baru menemukan meski pria yang rupawan diketahui memiliki sistem kekebalan yang kuat, tapi kondisi serupa tidak berlaku bagi wanita.
Dalam studi ini peneliti memberikan vaksin hepatitis B kepada 52 wanita muda asal Latvia, serta mengukur jumlah antibodi yang diproduksi partisipan. Peneliti juga mengecek kadar hormon kortisol partisipan yang mengindikasikan tingkat stres mereka.
Kemudian tim peneliti yang dipimpin oleh Markus Rantala dari University of Turku, Finlandia ini memotret para partisipan yang rata-rata berusia 20 tahun tersebut lalu meminta 18 sukarelawan pria untuk menilai daya tarik wajah partisipan. Dari situ peneliti mencoba mencari kaitan antara daya tarik wajah partisipan dengan respons sistem kekebalan tubuhnya.
menurut Dr. Rantala "Berkebalikan dengan pria, kami menemukan bahwa respons imun wanita (misalnya kemampuan untuk memproduksi antibodi) ternyata tidaklah dapat dikaitkan dengan daya tarik wajahnya.
"Namun karena sistem imun ini sendiri begitu kompleks maka masih terlalu dini untuk mengatakan jika wajah yang cantik tidaklah menunjukkan sinyal adanya sistem imun yang kuat pada wanita. Mungkin daya tarik wajah pada wanita memperlihatkan perbedaan potensi kekebalan dengan pria, meski hal ini masih perlu dikonfirmasi lagi," tambahnya.
Studi yang dilakukan Dr. Rantala ini pun menemukan bahwa daya tarik wajah pada wanita tidaklah mengindikasikan tinggi rendahnya respons kekebalan wanita ketika menghadapi hepatitis B tapi lebih dikaitkan pada dua aspek kesehatan jangka panjang dan kesuburan, termasuk pengaturan kadar hormon stres yaitu kortisol dan presentase lemak tubuh.
Hanya saja ketika peneliti mengamati kadar kortisol partisipan, mereka menemukan bahwa baik pria maupun wanita sama-sama terlihat tidak menarik ketika mengalami stres.
source
Langganan:
Komentar (Atom)